3 comments on “Mempertimbangkan Kembali Kedudukan Filsafat dalam Islam

  1. wahh.. tapi kalo menurut saya. berfilsafat itu insting kang haris. soalnya untuk membedakan yang mana benar dan salah dan bergerak menurut keyakinan selain motivasi.. ya cara kita berfikir juga.šŸ™‚ dan kenapa umat islam mengalami stagnasi karena terlalu banyak taklid yang notabene membatasi pertanyaan dan liarnya cara kita berfikir. toh kita dibebaskan untuk berpikir tentang segala sesuatu kecuali zat tuhan.. hehe.. maaf saya juga baru mulai baca buku pilsapat .. mohon bimbingannya kangšŸ˜‰

    • Betul juga atuh, tentunya dalam pengertian filsafat yang paling bersahaja. Tetapi yang terpenting dan paling mendasar kita harus menentukan terlebih dahulu pemahaman kita terhadap filsafat, agar kiranya tak salah kaprah dalam bersikap. Kalau saya tentu saja memahami filsafat itu lebih sebagai metode berpikir, tidak lebih dari itu. Dengan menempatkannya sebagai metode berpikir, berarti kita masih mengakui adanya sumber kebenaran lain di luar kekuatan akal pikiran kita, yakni kebenaran agama; dan karena itu kita harus memfungsikan akal pikiran kita secara maksimal untuk memahami kebenaran agama itu, bukan untuk menandinginya. Nah, memfungsikan akal pikiran secara maksimal itulah yang saya pahami secara praktis sebagai filsafat… syukran jazilan atas sharingnya..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s